Jumat, 24 Februari 2012
Speed Boat FERRARI, Tercepat di dunia
Seorang pengusaha otomotif kaya raya asal Italia, Achille Castoldi dan pembalap Grand Prix Ferrari Alberto Ascari serta Luigi Villoresi pada 1952 silam merancang sebuah speed boat yang dimodali dengan bermesin Ferrari, Hydroplane Arno XI.>Rancangan yang dibuatnya ini siap dijual kepada penawar tertinggi oleh balai lelang RM Auctions Europe di Monaco pada musim semi tahun ini.>Seperti dilansir Autoevolution, Jumat (24/2), Hydroplane Arno XI dibekali mesin Ferrari V12 berkapasitas 4.500 cc, yang berhasil memenangkan rekor kecepatan dunia pada 15 Oktober 1953. Rekor itu berhasil ditoreh untuk hydroplane di kelas 800 kg di Danau Iseo, Italia, dengan kecepatan puncak mencapai 241,7 km/jam.>Bahkan, mesin Ferrari yang digunakan Arno XI serupa dengan mesin yang digunakan pada mobil balap Grand Prix tipe 375, sports twin supercharger, karburator ganda Weber 4-Choke, dua busi tiap silinder dan mampu menyemburkan tenaga hingga lebih dari 600 hp.>Usai pensiun dari dunia hydroplane, Castoldi menjual speed boat itu ke seorang insinyur bernama Nando dell'Orto. Ia kemudian memodifikasinya dengan menambahkan sirip, yang berfungsi menstabilkan. Diperkirakan penawaran lelang nanti berkisar di angka US$2 juta atau sekitar Rp18 miliar.
Perang Geng di RSPAD ?
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, mengatakan kasus penyerangan di Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) tidak ada kaitannya dengan perang antar kelompok.
"Itu murni kriminalitas," kata Yoyol pada Jumat, 24 Februari 2012."Kami tidak bisa menyebutkan motifnya karena masih dalam pengembangan." Saat ini polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dari tujuh yang diamankan di Cengkareng. "Kami akan terus bergerak untuk menangkap sisanya," katanya.(Baca:Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penyerangan di RSPAD)
Kasus penyerangan terjadi di pada Kamis, 23 Februari 2012 dinihari. Bentrokan ini mengakibatkan dua orang tewas.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan penyerangan tersebut sudah direncanakan. Para penyerang datang sekitar pukul 01.30 menggunakan delapan taksi. Mereka masuk ke rumah duka dengan membawa senjata tajam, seperti parang dan samurai.
Di dalam ruang duka, terdapat enam orang yang sedang melayat, yakni Oktafianus Mag Milion, 35 tahun, Yopi Jonatan Berhitu (35), Stendly Wenno (37), Ricky Kutu Boy (37), Errol Karl Latumanui (38), dan Jefrry Ha Kailola (38). Dalam peristiwa ini, Stendly dan Ricky tewas diserang, sedangkan empat lainnya luka berat.
Stendly dibacok di area halaman rumah duka. Ia tewas dengan luka robek di dahi, kepala, perut kanan, dan kedua tangannya. Sedangkan Ricky, korban tewas lainnya, dibacok di bagian belakang rumah duka. Ia tewas dengan luka bacokan di kepala bagian belakang. "Motif penyerangan masih kami dalami," kata Rikwanto.
Langganan:
Postingan (Atom)

